Melihat Sisi Hijaunya Depok dari atas tower
This slideshow requires JavaScript.
Depok, dahulu kota ini masuk wilayah Bogor, seiring dengan perkembangan waktu sekitar 11 tahun lalu (27 April 1999) Kota ini berdiri sendiri bernama Kotamadya Depok. Depok memang kota transisi Ibokota, karena posisinya yang berada di samping Ibukota persis. Kedekatan dengan ibukota dengan segala pernak perninya tentu membawa akibat baik dan buruknya. Perkembangan perekonomian yang cepat adalah ekses positif salah satunya, dan kerasnya ibukota membawa ekses negatif yang tak terelakkan. Hal ini berpengaruh pada transisi sosial, budaya dan Kultur masyarakat Depok. Kawasan Margonda sebagai Jalan utama dan terpadat di Depok semakin padat dengan area bisnis, apartment, mall, ruko2 dll.
Depok bukan hanya Margonda, masih ada kawasan lain yang boleh jadi lebih sejuk, lebih kumuh, atau bahkan lebih “ndeso”. Ya memang Margonda belum mencerminkan wajah depok yang sesungguhnya. Karena kawasan lain boleh jadi lebih tertinggal dari secara ekonomi. Seperti ketika kita melihat sisi di daerah Cipayung pondok terong. Betapa padat dan kumuhnya kawasan sekitar itu, atau daerah Mampang Pitara yang padat dan rawan banjir.
Masih ada kawasan Ndeso, ya walau disebut sudak Kota madya, daerah yang masih desa masih banyak kita jumpai di Depok. Jika kita berjalan jalan di daerah Sawangan, Bedahan, Tanah Baru, Kalimulya, dll. Terlepas dari daerah kelihatan Ndeso itu bagi saya tidak masalah yang penting secara ekonomi terus mengalami perubahan, masyarakat bisa terpenuhi Hak haknya terutama pelayanan kesehatan, pendidikan, fasilitas Jalan dll.
Kawasan Hijau mulai berkurang, Depok yang dikenal sebagai Kota pemukiman karena banyaknya karyawan dan pelaku bisnis yang bekerja di Jakarta mencari tempat mukim salah satunya di depok. Hal ini membuat Developer (pengembang rumah) menjadikan Depok sebagai area mengembangkan perumahan baru. Tumbuhnya berbagai perumahan di Depok tentu mengurangi kawasan hijau yang tadinya perkebunan, (Hutan kecil) menjadi kawasan komplek perumahan. Lebih buruk lagi jika pembangunan perumahan harus menggusur warga asli yang sudah lama disitu yang memicu sedikit perselisihan dan ketimpangan nantinya.
Setu, tidak kurang ada 5 setu yang dikembangkan sebagai wisata air serta mempertahan kehijauan Depok diantaranya: Situ Citayam, Situ Pulau Asih di Pancoran Mas, Situ Pengasinan Sawangan, Situ Jatijajar Cimanggis, situ Pedongkelan Cimanggis. Adanya setu selain sebagai tempat wisata air, juga sebagau upaya peresapan air juga sebagai Irigasi bagi lahan pertanian sekitar.
Di slide Gambar diatas bisa dilihat, Depok masih ada Kehijauan, walapun kelihatan Ndeso dan sedikit padat namun Penghijauan tetap harus dipertahankan, Kawasan Hijau seperti kampus UI depok layak untuk menjadi contoh tentang pentingnya kawasan Hijau.
Mudah mudahan Depok terus berkembang menjadi Kota besar tanpa melupakan kawasan Hijau.






















