RSUD Depok – Jabar
Alhamdulillah, masyarakat depok mungkin merasa senang dengan kehadiran Rumah sakit Dikota ini. Bertempat di kecamatan Sawangan Depok, berdiri Rumah Sakit Daerah yang sebetulnya sudah direncanakan lama, namun baru bisa di resmikan tahun 2008. Dengan diresmikannya rumah sakit ini masyarakat depok pasti berharap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan biaya terjangkau. Karena tarifnya tentu dibawah RS swasta, apalagi buat pemilik Askes. Harapan2 itu jangan sampai menjadi bumerang bagi RSUD dikarenakan Manajeman ( Dinkes) kurang cepat membuat perubahan, pengembangan segala Hal yg masih kurang di Rumah Sakit. Karena ada banyak kasus yang membuat harapan masyarakat belum terpenuhi.
Ada beberapa masukan / Kritik / Saran , sekedar meneruskan suara2 masyarakat di sekitar Sawangan ataupun depok , mudah mudahan bisa menjadi masukan positif kedepan sehinggan RSUD bener2 sebagai Rumah Sakit yang pantas menjadi Harapan.
1. Masalah Ruang ICU, masih banyak pasien dengan kasus yang harus ditangani di ICU karena kondisi darurat dan harus cepat ditangani, namun ternyata Rumah sakit tidak memiliki ruang ICU. Sehingga Pasien dan keluarga pasien kecewa, dalam kondisi gawat darurat, pasien harus di lempar, di alihkan ke rumah sakit lain. Hal seperti ini mau sampai kapan?? Trus bedanya RSUD dengan KLINIK 24 jam apa ??
2.Ruang rawat Inap yang terbatas, ada beberapa keluhan dari warga tentang sedikitnya ruang rawat inap. Sehingga banyak pasien yang kecewa karena ketika dia harus di menginap namun ternyata harus dilarikan / diungsikan/ Dirujuk ke Rumah sakit lain.
3.Rumah Sakit Besar lain di Jakarta bertanya??, Melihat Kondisi seperti ini , Pasien2 Depok yang harus dirujuk dari Klink, Puskesmas, dll ketika di rujuk ke Rumah Sakit Umum di Jakarta seperti RS.Fatmawati dll, Ini dikarenakan pihak Puskesmas ataupun Klinik juga sudah ragu dengan kondisi RS, pihak Rumah Sakit lain pasti akan menanyakan kenapa gak dirujuk ke RSUD Depok, kan depok dah ada RSUD?? Jadinya serba tanggung kan??
4.Memanage tenaga Specialis, Manajemen RS sepertinya perlu dipertanyakan kesungguhan dalam me maintain tenaga Ahli specialis. Hal ini dibuktikan dengan banyak tenaga Dokter specialis yang memilih hengkang keluar. Ini tentunya merugikan Citra RSUD. Manajemen harus intropeksi, tentunya bisa dengan Belajar dari RSUD lain yg sudah exist. Jangan takut menerima masukan ya?? Harus legowo menerima masukan yg positif…
5.Dinkes / DPRD harus lebih pinter gitu lhoo?? Ada beberapa kejadian aneh di Depok, pernah kedapatan PNS perempuan merokok…. L belum lagi manajemen di Dinkes yang dinilai berbelit2, belum lagi di DPRD Depok yang dinilai kurang memberikan Support buat pengembangan Kesehatan ke depan. Hal ini di tunjukan dengan adanya banyak keluhan dari tenaga Kesehatan di RSUD yang dinilai masih jauh dari layak, dan mengahwatirkan buat ke depan.
6.Banyak factor memang, untuk mewujudkan Cita2 pelayanan kesehatan yg murah namun berkualitas memang perlu dukungan banyak Pihak. Mulai dari DPRD, Pimpinan daerah , Dinkes, Manajemn RS, tenaga Kesehatan dll.
7.Pinginnya sih berkualitas, namun tidak bisa memberikan Effort yg layak buat tenaga Ahli Specialis, ya tentu tenaga aspecialis akan meilih yang lain. Apa mau dibiarkan ?? ataukah mau mengatakan , kan masih banyak yang lain yang mendaftar ,?? Kok kayak Company2 asing pada umumnya…!!
8.Jangan cuman pingin murahnya, pinginnya sih memberikan palayanan semurah murahnya. Cuman harus diserati kualitas pelayanan dong. Effort yang bagus buat tenaga kesehatan. Jangan cuman diperas tanaganya! Mereka kan juga manusia, punya keluarga, punya anak.
9.Jadi sebetulnya masih harus diluruskan, sudahkah layak disebut RSUD, jangan2 masih KUD (Klinik Umum Daerah).!!
10.Mudah mudahan bisa menjadi masukan buat semua, termasuk pimpinan di Depok, DPRD, Dinkes, Manajemen RS.
Dari Rakyat Depok, mendambakan system yang baik bagi semua,,, tentunya